Setiap orang dalam kehidupannya sehari-hari, selalu akan berusaha menjadi yang terbaik. Banyak usaha akan dilakukan untuk mencapai hal tersebut. Dari hal yang bisa dimasukan dalam kategori positif sampai dari hal yang bisa dimasukan dalam kategori negatif. Berusaha dengan keras, mengeluarkan semua sumber daya yang ada, bahkan ada yang ekstrim sampai mempertaruhkan diri sendiri, baik itu nyawa atau harganya. Atau juga ada memakai ‘jalan belakang’ atau bisa juga dengan cara KKN.
Dari berbagai contoh usaha yang dilakukan diatas, saya jadi bertanya berapa besar nilai yang dikandung oleh kata terbaik (The best) itu. Mungkin ada yang menjawab sangat besar atau mungkin ada yang menjawab tidak tahu atau mungkin bingung sama sekali. Oleh karena itu apapun yang saya kemukan dibawah ini, saya tidak berusaha untuk mengarahkan pada satu jawaban skala sikap. Untuk menjawab sangat besar jika setelah membaca tetap pada jawabannya, silakan tidak ada masalah. Tetapi untuk yang agak bingung, tidak ada salahnya jika anda nanti tambah bingung. Sebab seperti saya sebutkan diatas, apapun yang saya kemukan tidak mau saya dianggap mengarah pada satu jawaban.
Sebagai pembukaan, saya akan memberikan ilustrasi yang pertama sebagai berikut : misal pada suatu ujian atau ulangan, anda mendapat nilai 5 (setahu saya 5 masih ditulis dengan tinta merah di rapor), sedangkan semua teman anda yang lain dikelas mendapat nilai dengan variasi dari 0 sampai 4. Yang saya ingin tanyakan siapa yang terbaik (the best) nilainya di kelas anda ? Saya jamin anda dan saya sepakat bahwa jawabannya adalah anda, benar?
Lalu ilustrasi yang kedua adalah sebagai berikut : sekarang dibalik, misal pada suatu ujian atau ulangan, anda mendapat nilai 8 (setahu saya 6 sudah ditulis dengan tinta hitam/biru di rapor, apalagi angka 8), tetapi sedangkan semua teman anda yang lain dikelas mendapat nilai dengan variasi dari 9 sampai 10. Yang saya ingin tanyakan siapa yang terburuk/terjelek (the worst) nilainya di kelas anda ? Saya jamin lagi anda dan saya sepakat bahwa jawabannya adalah anda, benar?
Sekarang saya ingin bertanya kepada anda sekalian, jika kedua ilustrasi diatas tersebut terjadi pada anda, mana yang anda lebih suka, mendapat nilai 5 namun menjadi yang terbaik (the best) atau mendapat nilai 8 tapi menjadi yang terburuk ? Sekali lagi anda boleh bebas menjawab apa saja. Bagi yang menjawab lebih suka menjawab nilai 5 namun menjadi yang terbaik, saya hanya mengingatkan bahwa dari dulu sampai sekarang jika anda mendapat nilai 5, anda akan dianggap gagal atau tidak lulus pada mata pelajaran atau mata kuliah tersebut Dan bagi yang mendapat nilai 8 namun menjadi yang terjelek/terburuk (the worst), saya hanya mengatakan jangan berkecil hati sebab dengan angka tersebut, saya jamin dimana-mana nilai anda akan masuk dalam kategori lulus atau bagus.
Oleh karena itu, dari ilustrasi diatas saya mengambil kesimpulan bahwa : ‘the best is not always good, and the worst is not always bad’. Jadi jika anda mempunyai tujuan menjadi yang terbaik, saya hanya mengingatkan bahwa jangan sampai usaha anda tidak sebanding dengan hasilnya, apalagi sampai mengorbankan segalanya. Sebab apa ? karena ‘the best’ itu sendiri hanya ‘describe comparative thing’, sedangkan jika saya kaitan dengan kata ‘good ’, maka ‘good’ itu ‘describe directly to something’.
Jadi diakhir tulisan ini, saya hanya menitip pesan bahwa ‘the good one always has the change to the best one’. Lakukan dan raihlah satu yang bagus atau baik, sebab anda akan selalu punya kesempatan dalam menjadi yang terbaik. Ingat menjadi yang terbaik belum tentu mendapatkan sesuatu yang baik atau bagus.